How’s wonderfull Mrs KUN !


Bu Kun…

Karena Hadirmu !

me, Bu Kun, n dini, kulsum

me, Bu Kun, n dini, kulsum

Namanya Ibu Kun Mardani Murtiningsih, kami biasa memanggilnya Bu Kun. beliau adalah sosok guru yang penuh inspirasi. Saya berjumpa dengan Ibu Kun di Kota Siak Riau.

Saya datang di Siak, karena diterima mengajar di Sekolah SD Islam Unggulan. SD islam Sains Tahfidz Islamic Center “Madinatul Ulum”. Bersama dengan saya berangkat juga 19 Guru dari pulau jawa, yang lolos seleksi dan diterima mengajar disana. Yayasan Islamic Center Siak bekerjasama dengan BPPT sebagai konsultan di Jakarta membuat SD islam yang berbasis Qur’an dan entrepreneur. Guru—guru yang di rekrut dari seluruh Indonesia. Pemda Siak ingin mendatangkan orang-orang yang profesional untuk ikut memajukan pendidikan di siak.

Setiap tahun diadakan perekrutan Guru di Pekan baru dan Jakarta. Saya termasuk gelombang ke -3 perekrutan guru. Kami semua memutuskan meninggalkan karier di kota besar, untuk memberikan konstribusi pendidikan di daerah yang terpencil dan lebih membutuhkan.

Nah, Bu Kun adalah Kepala Sekolah SD Sains Tahfizh. Berjumpa pertama kali dengan beliau membuat saya agak ‘kaget’. Maklum, selama saya mengajar di Jakarta, saya biasa ketemu Kepala Sekolah yang masih Fresh dan muda. Namun Bu Kun….subhanallah di usia yang 61 tahun. Beliau malah memegang amanah yang besar dan tidak mudah.

Sebelum di Siak Ibu Kun mengajar di SD Islam AL Azhar pusat dari tahun 1994-2007. Ibu meninggalkan posisi kemampanan disekolah dan kenyamanan tinggal di kota besar karena sebuah tawaran untuk memimpin sekolah baru yang butuh tangan dingin seorang pendidik berpengalaman. Akhirnya Bu Kun berdiskusi dengan suaminya Bp. Kadir Husein Some, yang seorang guru juga, dan anak-anak beliau Abdul Jabbar, Arya Purnama sari dew, Yuanita Dyah Ayu, Ratu Mira Aulia R.

Anak-anak dan suaminya sangat mendukung Beliau. Namun karena Pak Husein masih mengajar di SMP negeri dijakarta, beliau tidak bisa menemani sang istri baru menyusul setelah pensiun beberapa tahun kemudian. Pertama kali datang Ibu Kun hanya ditemani si bungsu ratu untuk sekolah di SMU Siak.

Karena kekuatan panggilan hati yang tulus sebagai seorang guru, Bu Kun memulai perjuangannya memimpin sekolah Sains Tahfizh dibawah naungan Yayasan Islamic Center Pemda Siak. Bersama dengan Pak Rasyid ( manajer pendidikan ), yang rela meninggalkan kariernya sebagai kepala sekolah di Islamic International School Malaysia. Mereka berdua merintis sebuah sekolah yang diharapkan menjadi cikal bakal pendidikan yang berkualitas di siak. Pak rasyid dan Bu Kun ibarat adik dan kakak. Mereka berdua bersinergi dalam membangun sekolah, menghadapi semua permasalahan dengan kesabaran yang luar biasa.

Bu Kun & Teachers

Bu Kun & Teachers

Saya sangat bersyukur bertemu sosok seperti Bu Kun dan Pak Rasyid. Rabb….ternyata masih banyak pribadi yang mulia yang ikhlas dalam membaktikan dirinya dalam pendidikan. Tak perduli beratnya beban yang harus dipikul……. Bu kun selalu tersenyum. Perhatiannya pada semua guru seperti rasa kasih sayang seorang ibu pada anak-anaknya.

Saya sangat nyaman berinteraksi dengan beliau, saya seperti menemukan sosok Ibu…. beliau bukan hanya kepala sekolah tapi ibu buat semuanya, guru dan murid-murid. Beliau tahu hari ulang tahun semua guru, dan selalu memberikan bingkisan spesial untuk kami. Ibu juga pandai memasak, tak jarang membawa makanan ke sekolah / mengundang kami makan dirumahnya.

Ibu Kun adalah pribadi yang sangat terbuka, beliau senang sekali share dengan para guru untuk mengetahui apakah langkah yang diambilnya sudah tepat. Seperti curhatnya seorang Ibu pada anaknya saja. Maka banyak guru yang memanggil beliau dengan ”Bunda”. Ketika ada guru yang agak ’error’ atau tak disiplin, ibu menegurnya dengan penuh kasih. Dan menghargai keterbukaan teman-teman. Seperti ketika ada beberapa teman yang tidak mengumpulkan RPP pengajaran, Ibu mendatanginya dan menanyakan dimana kesulitannya. Ibu pun membimbing guru tersebut sampai bisa. Pun ketika ada guru-guru yang curhat tentang berbagai permasalahan siswa, sekolah atau rumahnya. Ibu akan membantu mencarikan jalan keluar.

Bu Kun, Kuat dan tegar...!

Bu Kun, Kuat dan tegar…!

Walau tak jarang, kami melihat Ibu menangis atau kadang marah-marah karena beberapa permasalahan yang berat. Namun beliau akan cepat menetralisir keadaan, dan menjelaskan pada kami kenapa ibu sedih / marah. Biasanya kami akan selalu katakan pada Ibu…:

” Sabar ya Ibu,….selalu ada ujian dalam melakukan kebaikan…”

Kami saling memotivasi dan mengingatkan. Baru kali ini saya berjumpa kepala sekolah, seorang pemimpin yang selalu meminta diingatkan untuk melakukan kebaikan dan kebenaran. Diingatkan ketika salah langkah. Beliau sangat menghargai kritik dan masukan para guru. Sebaliknya Beliaupun tak ragu untuk mengkritik atau mengingatkan kami kalau kami salah.

Ibu Kun adalah Ibu buat kami semua. Beliau sering diminta berbagi ilmu ke sekolah-sekolah lain di Siak, mengajar dengan tematik, manajemen kelas, dan sebagainya. Tak jarang Ibu harus menempuh jarak yang sangat jauh menuju sekolah-sekolah dipedalaman Siak, melewati hutan-hutan untuk membagi ilmu pendidikan yang dimiliknya.

Hanya satu yang Ibu inginkan…membagi manfaat sebanyak-banyaknya, untuk orang lain dan dunia pendidikan.

Yah, pribadi emas itu ada disini menemani hari-hari kami setiap hari. Mengajar dan belajar di SD Sains Tahfizh. Terima kasih ibu, yang mengajari kami arti ketulusan dan keikhlasan sebagai pendidik bukan hanya sekedar kata….tapi pengabdian yang bisa diberikan.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

11 Responses to “How’s wonderfull Mrs KUN !”

  1. batikmania Says:

    Selalu kagum pada sosok pendidik yang hebat. Ingin juga seperti beliau, belajar darinya. Bismillah… Terima kasih ya, sudah mengisahkan tentang beliau.

  2. dewipadi Says:

    Selamat, sudah mejadi pemenga :)

  3. Adam nyari hawA Says:

    selamat ya udah menang…..

  4. Silviana Says:

    Wah Selamat ya.

  5. halida Says:

    terima kasih…ga nyangka juga cuma ingin menuliskan tentang seorang ibu yang penuh dedikasi

  6. halida Says:

    terima kasih, setiap menulis saya tidak berharap menjadi pemenang. krn merasa tulisan yg lain lebih baik…mungkin ini rejeki.

  7. Aris ajah Says:

    Subhanallah..
    Aq baru baca lg tulisan mba Nis. Walau cuma juara 3,tp semakin terasah dan lugas..
    Keep tsiqoh wal istiqomah..
    Jangan lupain kita2 yg di jakarta yah. Salam untuk mas..
    Doa yg terbaik slalu mnyertai mba dan kluarga..

    -adikmu-

  8. charlie Says:

    kekuatan ayu Nisa yang aku tahu, sekarang kita baca di halaman ini. buatlah buku. senang sekali bisa menambah kekayaan hati dengan mengenali banyak saudara kita sebaik-baiknya. bukan untuk dicari ke;emahannya. carilah sinergi positif yang itu juga akan membuat kita hidup lebih baik.
    connect ya ayu Nis, salam untuk mang Don.

  9. ulfah arini Says:

    SubhanAlloh..Selamat sayang yaa, sungguh share yang luar biasa..inspirasi untuk kita, tentang loyalitas, dedikasi dan keikhlasan dari ibu Kun..untuk memberikan manfaat dr ilmu yg Beliau miliki.subhanAlloh.salam sayang kami untuk Ibu Kun,dan Pejuang pendidikan di Siak..selamat berkarya,InsyaAlloh bermanfaat untuk kemaslahatan umat.Amin

  10. halida Says:

    Aris: Insya Allah dek….doakan ya mb bisa menerbitkan silabus cinta yang aris bantu wkt itu, bth keberanian…dukung mb selalu.

    Mr Charlie : thanks..perlu keberanian untuk melangkah lebih jauh….dan pede…

    Mb Ulfa : iya mb sayang..kpn2 kenalan sama beliau ya…

  11. halida Says:

    syukran adiikku….coba motivasi she juga, lumayan kalo baca wallnya, penuh isnpirasi

Leave a Reply


Filled Under: Tak Berkategori